POTENSI PERKEBUNAN

 

Usaha di sektor perkebunan juga menjadi salah satu potensi unggulan di Kalimantan Selatan. Jenis komoditas perkebunan yang banyak dikembangkan petani adalah karet dan kelapa sawit. Kedua komoditas ini dikembangkan oleh perusahaan besar negara, perusahaan besar swasta, maupun perkebunan rakyat dan menjadi andalan sektor perkebunan Provinsi Kalimantan Selatan.
Di samping karet dan kelapa sawit, komoditas lain yang menjadi andalan Provinsi Kalimantan Selatan adalah kelapa dalam. Komoditas ini banyak diusahakan oleh masyarakat di Kalimantan Selatan. Untuk komoditas lain yang cukup mendapat respon di tingkat nasional dan telah lama dikembangkan di Kalimantan Selatan adalah kopi, kakao dan nilam.
Berbagai kebijakan dan program dilakukan pemerintah untuk memajukan sektor perkebunan diantaranya meningkatkan kesejahteraan sumber daya manusia petani pekebun, mengembangkan agribisnis dan produksi perkebunan serta meningkatkan mutu dan pemasaran hasil perkebunan.

A. PERKEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN
1. Karet
Produksi karet di Kalimantan Selatan tahun 2013 sebesar 180.591 ton. Komoditas ini luasnya telah mencapai 262.295 Ha, dimana seluas 235.826 Ha (89,90%) merupakan kebun yang dimiliki Rakyat, seluas 13.025 Ha (4,97%) dimiliki PBN dan sisanya seluas 13.444 Ha (5,13%) merupakan usaha milik PBS. Pembangunan kebun milik rakyat sebagian besar melalui pendanaan sharing APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota dan swadaya petani pekebun dengan melibatkan petani pemilik sebanyak 176.229 KK.

2. Kelapa Sawit
Luas area komoditas kelapa sawit tahun 2013 telah mencapai 372.720 Ha, dimana seluas 298.365 Ha (80,05%) merupakan kebun yang dimiliki PBS, seluas 4.906 Ha (1,32%) dimiliki PBN serta sisanya seluas 69.449 Ha (18,63%) merupakan usaha Perkebunan Rakyat (PR). Sedangkan produksi kelapa sawit tahun 2013 sebesar 901.077 ton (CPO) dan 247.440 ton (inti sawit). Pembangunan kebun kelapa sawit rakyat melalui pemanfaatan dana KKPA yang dilaksanakan oleh 5 PBS yang bertindak sebagai inti dan melibatkan petani plasma sebanyak 76.487 KK.

3. Kelapa Dalam
Komoditas kelapa dalam tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Tahun 2013 luas komoditas kelapa dalam sebesar 42.651 Ha, yang seluruhnya diusahakan oleh perkebunan rakyat.

B. PABRIK PENGOLAHAN
1. Karet
Terdapat 9 buah pabrik pengolahan karet di Kalimantan Selatan, yang terletak di Kota Banjarmasin (3 buah), Kabupaten Banjar (2 buah), Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara dan Tabalong. Produksi karet yang dihasilkan dalam bentuk Crumb Rubber (CR) dan Ribbed Smoked Sheet (RSS).

2. Kelapa Sawit
Di Provinsi Kalimantan Selatan terdapat 33 pabrik CPO yang tersebar di beberapa kabupaten, seperti Banjar, Tapin, HSS, Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Barito Kuala dengan kapasitas terpasang 1.500 ton TBS/Jam. Di Kalimantan Selatan juga terdapat 2 pabrik minyak goreng (refinery) yang terletak di Kabupaten Kotabaru, yaitu PT. Smart Tbk dengan kapasitas 3.000 ton/hari dan PT. Golden Hope Nusantara dengan kapasitas 2.500 ton/hari.

C. KELEMBAGAAN PELAKU AGRIBISNIS
Keberhasilan pembangunan perkebunan selama ini ditunjang dari beberapa kelembagaan pelaku agribisnis perkebunan antara lain 48 buah koperasi perkebunan, 212 kelompok tani, 5 lembaga assosiasi petani komoditas dan organisasi profesi perkebunan seperti GAPKINDO dan GAPKI.

D. KEMITRAAN
Program kemitraan yang menonjol dan masih berlangsung di Kalimantan Selatan adalah kemitraan inti plasma seperti program PIR untuk tanaman karet dan program kredit koperasi untuk anggota (KKPA) untuk kelapa sawit. Sedangkan kemitraan lainnya adalah waralaba perbenihan kelapa sawit, khususnya Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan dengan beberapa penangkar bibit.

E. PELUANG INVESTASI DI BIDANG PERKEBUNAN
1. Karet
Peluang investasi industri hilir berbasis komoditas karet yang terbuka untuk dikembangkan di Kalimantan Selatan yaitu:

  • Investasi di bidang pengolahan ban kendaraan bermotor
  • Investasi di bidang pengolahan sarung tangan karet, benang karet, dll.

2. Kelapa Sawit
Peluang investasi industri hilir berbasis komoditas kelapa sawit yang terbuka untuk dikembangkan di Kalimantan Selatan yaitu:

  • Investasi di bidang industri oleokimia, seperti sabun, deterjen, produk kecantikan, semir sepatu, lilin dan tinta cetak.
  • Investasi di bidang industri oleofood, seperti minyak goreng, minyak salad, mentega, lemak pengganti coklat, lemak pengganti susu, dll.

0