POTENSI PARIWISATA

Pariwisata di Kalimantan Selatan termasuk sektor yang dijadikan sebagai salah satu prioritas untuk dikembangkan di Kalimantan Selatan. Kalimantan Selatan memiliki beraga m potensi wisata, mulai dari sungai, pantai, hutan, pegunungan, sampai wisata religi dengan situs-situs sejarah yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat tujuan wisata yang menarik. Di samping itu, dengan beragam budaya daerah, Kalimantan Selatan juga sangat potensial dikembangkan sebagai tujuan wisata budaya, wisata religius, maupun wisata kuliner.


A.   OBJEK WISATA
1.   Pasar Terapung 
Pasar Terapung adalah pasar tradisional yang berada di atas sungai Barito di muara Sungai Kuin, Kota Banjarmasin. Para pedagang dan pembeli di pasar ini menggunakan jukung (perahu dalam bahasa Banjar) sebagai alat transportasi. Jukung-jukung yang sarat muatan barang dagangan seperti sayur mayur, buah-buahan, segala jenis ikan dan berbagai kebutuhan rumah tangga tersedia di pasar terapung. Pasar ini mulai setelah shalat Subuh sampai selepas pukul 07:00 pagi. 
Suasana pasar terapung yang unik dan khas adalah berdesak-desakannya perahu besar dan kecil, saling mencari pembeli dan penjual yang berseliweran dan oleng dimainkan gelombang Sungai Barito. Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung atau pembagian pedagang berdasarkan barang dagangan.

2. Pulau Kembang
Pulau Kembang adalah sebuah delta yang terletak di tengah Sungai Barito. Biasanya, objek wisata ini ditawarkan satu paket dengan pasar terapung. Pulau ini ditumbuhi pepohonan Kalimantan yang khas. Rimbunnya pepohonan membuat tempat ini menjadi surga bagi beberapa spesies, seperti monyet dan burung. Bahkan, menurut cerita yang berkembang, terdapat raja dari kawanan monyet yang berada di pulau ini. Oleh karenanya, monyet-monyet tersebut dikeramatkan oleh penduduk Tionghoa setempat.
Untuk menghormati para monyet yang dipercaya menjadi penjaga pulau, penduduk Tionghoa setempat membangun sebuah kuil di kawasan hutan yang dilengkapi dengan dua buah arca berwujud kera putih. Di tempat tersebut, penduduk Tionghoa   akan   menaruh sesajen secara rutin sebagai bentuk penghormatan.
Bahkan jika sebuah nazar terwujud, seekor   kambing jantan dengan tanduk yang dilapisi emas, dilepaskan di hutan pulau ini.

3. Loksado
Loksado adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang merupakan kediaman penduduk asli Suku Dayak yang masih asli di kaki bukit Pegunungan Meratus. Loksado dialiri oleh Sungai Amandit yang jernih dan biasanya digunakan untuk aktifitas bamboo rafting, yaitu mengarungi jeram menggunakan rakit bambu tradisional. 
Tidak jauh dari Sungai Amandit, terdapat kolam pemandian air panas Tanuhi. Disini, ada 3 kolam dengan ukuran dan tingkatan panas yang berbeda. Selain kolam pemandian air panas, terdapat beberapa fasilitas lain, seperti ruang aula yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan hingga jejeran cottages yang berdiri tidak jauh dari kolam air panas. Bangunan yang berdiri di lokasi ini berarsitektur tradisional rumah Banjar.

4. Pantai Angsana
Pantai Angsana berada di wilayah Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu. Pantai ini berada di balik perkebunan kelapa sawit milik sebuah perusahaan perkebunan yang tumbuh rimbun. 
Pesona garis Pantai Angsana begitu memukau dengan pasir dominan putih yang landai dan panjang serta deburan ombak yang bergemuruh tenang. 
Daya tarik utama Pantai Angsana adalah kekayaan biota laut yang terdapat di perairan ini, termasuk terumbu karang berbagai macam spesies di dalamnya. Saat musim kemarau tiba, Pantai Angsana memiliki air yang sangat jernih sehingga tak jarang pengunjung melakukan snorkeling. Ada tempat penyewaan peralatan selam yang sangat lengkap di sekitar pantai, sehingga bagi penyelam tak perlu repot membawa alat selam.

5. Pulau Samber Gelap
Pulau Samber Gelap berada di Kabupaten Kotabaru. Pulau ini memiliki pemandangan yang indah dengan pasir pantainya yang putih dan lembut, gelombang yang tidak terlalu besar serta air laut yang jernih ditambah dengan langit biru yang menawan. Pemandangan bawah laut pulau ini dengan terumbu karang serta biota laut akan memanjakan pengunjung yang gemar menyelam atau melakukan snorkeling.
Di Pulau Samber Gelap juga terdapat konservasi penyu, sehingga dapat menjadi alternatif tambahan untuk pengembangan wisata. Di pulau ini terdapat banyak sekali spot ikan tengiri dengan bobot yang besar, sehingga sangat cocok bagi para pemancing. 

6. Air Terjun Lembah Kahung
Perjalanan menuju air terjun lembah kahung diawali dengan menuju Waduk Riam Kanan yang memakan waktu sekitar 40 menit dari Martapura, Kabupaten Banjar. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan perahu (kelotok) dan berakhir di Desa Belangian, Kecamatan Aranio.
Perjalanan panjang menuju air terjun hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Namun, sebelum sampai ke lokasi air terjun terdapat empat buah tempat peristirahatan (shelter). 
Selama menempuh perjalanan dari satu shelter ke shelter lainnya, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan hutan hujan tropis dengan pohon-pohon besar yang menjulang tinggi, aneka flora dan fauna, jurang terjal dan batuan besar, sungai yang berair sejuk dan jernih, hingga akhirnya tiba di air terjun setinggi 25 m yang sejuk dengan pemandangan indah disekelilingnya.

7. Makam Datu Kelampayan
Datu Kelampayan atau yang dikenal dengan nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari merupakan ulama yang sangat berpengaruh terhadap penyebaran agama Islam di Kalimantan Selatan bahkan nusantara. Beliau adalah ulama fiqih mazhab Syafi’i sekaligus pengarang Kitab Sabilal Muhtadin yang banyak menjadi rujukan bagi pemeluk Islam di Asia Tenggara.
Makam Datu Kelampayan setiap harinya ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah di pulau kalimantan hingga luar pulau Kalimantan, bahkan dari negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei. Makam Datu Kelampayan terletak di Desa Kelampayan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.

B. KALENDER EVENT PARIWISATA
1. Festival Budaya Pasar Terapung 
Festival Budaya Pasar Terapung adalah festival budaya yang digelar satu tahun sekali di kota Banjarmasin sebagai upaya untuk mensosialisasikan Pasar Terapung kepada wisatawan lokal maupun mancanegara. Dalam festival ini, pengunjung dapat melihat pasar terapung buatan, festival kuliner khas Banjar, Kampung Banjar, pagelaran seni budaya serta lomba jukung hias dan tanglong.

2. Maayun Maulid
Maayun Maulid adalah salah satu upacara yang diselenggarakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Maayun Maulid dapat diartikan sebagai kegiatan mengayun anak (bayi) di hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain sebagai ungkapan syukur, untuk mengambil berkah atas kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Upacara ini ditandai dengan pembacaan syair-syair yang bersi pujian, shalawat dan doa. 

3. Mappanretasi
Mappanretasi adalah upacara adat masyarakat suku Bugis yang berdiam di sepanjang pesisir Pantai Pagatan di kabupaten Tanah Bumbu. Upacara ini dilakukan sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan YME atas rezeki yang dilimpahkan melalui laut, yaitu ikan kepada nelayan. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada bulan April selama 7 hari dengan berbagai atraksi seni budaya dan lomba olahraga. 

4. Festival Tanglong 
Festival Tanglong atau lampion adalah lomba kreasi yang bernuansa Islami dan dipajang di atas mobil untuk diarak keliling kota. Tanglong yang ditampilkan seperti tulisan kaligrafi, miniatur tempat ibadah, Ka’bah, bentuk binatang namun tidak diperbolehkan figur rasul dan nabi. Festival ini diadakan di lapangan Murdjani, Kota Banjarbaru pada malam ke-21 di bulan Ramadhan.

5. Aruh Ganal Dayak Loksado
Aruh Ganal adalah upacara yang dilaksanakan suku Dayak Lokasado di Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Upacara ini dilaksanakan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan YME karena mendapat hasil panen yang banyak dan selama berladang tidak mendapat musibah. Upacara ini dirayakan secara besar-besaran selama 5, 7 atau 12 hari oleh seluruh warga kampung dengan mengundang warga dari kampung lain juga aparat pemerintahan.Upacara ini ditandai dengan berbagai prosesi yang didominasi dengan pembacaan mantra-mantra untuk memanggil roh nenek   moyang mereka. Acara dilanjutkan dengan hiburan, yaitu babangsai, basarunai dan barbarian.       Seluruh warga, baik tua dan muda, laki-laki dan perempuan melakukan gerakan tari-tarian (batandik) mengelilingi pusat Balai Adat diiringi musik dari gendang kulit kijang yang ditabuh dan suara gelang hiang.

C. KESENIAN
1.   Tari Sinoman Hadrah
Sinoman hadrah adalah kesenian yang memadukan seni suara (qasidah) dan seni tari. Sinoman hadrah terdiri dari lima atau enam orang pendendang syair yang sekaligus penabuh rebananya, kemudian pemutar payung ubur-ubur dan ditambah dengan penari rudat berjumlah 20-30 orang atau sesuai dengan jumlah anggotanya sambil memegang bendera kecil berbentuk segitiga bertuliskan huruf arab (Asmaul Husna). 
Syair-syair yang dinyanyikan berisi puji-pujian dan sanjungan kepada Rasulullah SAW, juga berisikan nasihat dan petuah, dimana pesan-pesan tersebut dilantunkan dengan penuh kegembiraan. Sinoman Hadrah biasanya ditampilkan pada acara-acara, seperti penyambutan tamu, peringatan hari-hari besar Islam atau upacara perkawinan.

2.   Tari Baksa Kembang
Tari Baksa Kambang merupakan jenis tari klasik Banjar sebagai tari penyambutan tamu yang datang ke Kalimantan Selatan dan ditarikan oleh wanita. Tarian ini biasanya ditarikan oleh penari dengan hitungan ganjil, misalnya satu, tiga, lima dan seterusnya. Tarian ini diiringi seperangkat tetabuhan atau gamelan dengan irama lagu yang sudah baku, yaitu lagu Ayakan dan Janklong atau Kambang Muni. 
Tarian ini menggunakan sepasang kembang yang disebut “Bogam”, yaitu rangkaian kembang mawar, melati, kantil dan kenanga yang dihadiahkan kepada tamu setelah tarian ini selesai.

3. Madihin
    Madihin adalah suguhan pentas monolog oleh satu atau dua orang seniman tradisional yang merangkai syair dan pantun diiringi dengan musik gendang khas Banjar. Sajian materi seni ini biasanya melemparkan sindiran–sindiran dan pesan sosial dan moral dengan kosakata yang menggelitik dan lucu.Madihin dituturkan sebagai hiburan dalam rangka memperingati hari-hari besar kenegaraan, kedaerahan, keagamaan, kampanye partai politik, khitanan, menghibur tamu agung, dll.

4. Mamanda
    Mamanda adalah seni teater atau pementasan tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan. Dibandingkan dengan seni pementasan yang lain, mamanda lebih mirip dengan lenong dari segi hubungan yang terjalin antara pemain dengan penonton. Interaksi ini membuat penonton menjadi aktif menyampaikan komentar-komentar lucu yang disinyalir dapat membuat suasana jadi lebih hidup. Seni teater mamanda biasanya menampilkan cerita sejarah, romantis, kritik, sosial dan penerangan. Pementasan teater mamanda diiringi dengan musik dan nyanyian. Musik pengiringnya bisa berupa pantun, syair, hikayat dan dialog tertentu yang disampaikan dengan cara dilagukan.
  
5. Musik Panting
Pada awalnya musik panting berasal dari daerah Tapin, Kalimantan Selatan. Panting merupakan alat musik yang dipetik yang berbentuk seperti gambus Arab tetapi ukurannya lebih kecil. Dulu, musik panting hanya dimainkan secara perorangan, namun seiring majunya perkembangan zaman dan musik panting akan lebih menarik jika dimainkan dengan beberapa alat musik lainnya, maka musik panting dimainkan dengan alat-alat musik seperti babun, gong, dan biola dan pemainnyapun terdiri dari beberapa orang. Musik panting disajikan dengan lagu-lagu yang biasanya bersyair pantun. Pantun tersebut berisi nasihat ataupun petuah dan pantun jenaka. Lagu yang dinyanyikan monitor, yang artinya musik tanpa reff. Pemain musik panting memainkan musik tersebut dengan cara duduk, dimana para pemain laki-laki duduk dengan bersila sedangkan pemain perempuan duduk dengan bertelimpuh. Para pemain musik panting pada umumnya mengenakan pakaian Banjar.

D.   KULINER
1.   Soto Banjar
Soto Banjar adalah soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam dan beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkeh. Soto Banjar berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir dengan tambahan perkedel, rebusan telur dan ketupat. Seperti halnya soto ayam, bumbu soto Banjar berupa bawang merah, bawang putih dan merica, tapi tidak memakai kunyit. Bumbu ditumis terlebih dulu dengan sedikit  minyak goreng hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah nantinya diangkat agar tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu dihidangkan. Penjual soto Banjar menyajikan sate ayam sebagai menu pendamping.

2. Ketupat Kandangan
Ketupat Kandangan atau dalam bahasa Banjar disebut Katupat Kandangan merupakan kuliner khas yang berasal dari daerah Kandangan,     Kalimantan Selatan. Seperti ketupat pada umumnya, bahan untuk membuat ketupat berasal dari beras.
Perbedaan ketupat Kandangan dengan jenis ketupat lainnnya adalah penggunaan ikan gabus (haruan) sebagai menu pelengkap. Ikan gabus terlebih dulu di panggang sebelum direbus menggunakan santan. Kemudian, ikan gabus beserta kuahnya (terbuat dari bumbu-bumbu tradisional, seperti kayu manis, pala, cengkeh dan kapulaga) disiramkan ke ketupat. Kuliner ini dapat dimakan untuk makan pagi, siang atau malam. 

3. Nasi Kuning 
Nasi kuning merupakan salah satu masakan khas Banjar yang dibuat dengan lauk dan bumbu khusus. Biasanya, nasi kuning dijual setiap pagi sebagai menu sarapan orang Banjar. 
Nasi kuning khas Kalimantan Selatan memang sedikit berbeda dengan nasi kuning dari daerah lain di Indonesia. Selain dibuat dengan nasi yang lebih pulen dari nasi biasa, nasi kuning juga beraroma harum dan yang paling penting nasi kuning Banjar disajikan dengan ayam/telur/ikan (gabus) yang dimasak habang (masak merah).

4. Bingka
Bingka adalah kue basah tradisional suku banjar. Rasanya manis, legit dan lembut. Bingka merupakan salah satu jenis dari 41 macam kue khas Banjar yang disajikan dalam acara-acara istimewa seperti pernikahan. Meski dapat ditemukan sepanjang tahun, bingka menjadi favorit pada bulan Ramadhan karena dianggap cocok untuk berbuka puasa.
Bingka dibuat dari bahan-bahan seperti tepung terigu, telur, santan, gula pasir dan garam kemudian dipanggang dalam cetakan berbentuk bunga. Dalam perkembangannya ada beberapa jenis kue bingka, seperti yaitu bingka tapai, bingka pandan, bingka kentang, bingka labu dan lain-lain. Selain itu, ada jenis bingka lain yang menjadi favorit orang Banjar dalam bulan puasa, yakni bingka barandam.

E. PELUANG INVESTASI DI BIDANG PARIWISATA
Peluang usaha yang dapat dilakukan di bidang pariwisata di Kalimantan Selatan adalah pengelolaan objek wisata ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai.

0