Surat Izin Perusahaan Pengeboran Air Tanah (SIPPAT)

Surat Izin Perusahaan Pengeboran Air Tanah (SIPPAT)

 

Persyaratan untuk mendapatkan Surat Izin Perusahaan Pengeboran Air Tanah (SIPPAT) (baru), adalah :

  1. Surat Permohonan;
  2. Salinan Surat Izin Perusahaan Pengeboran Air Tanah (SIPPAT) yang masih berlaku;
  3. Gambar Instalasi Peralatan Mesin Pengeboran dan data teknis instalasi bor;
  4. Salinan Sertifikat Tanda Instalasi Bor (STIB) / Sertifikat Instalasi Alat Bor (SIAB) yang telah diregistrasi oleh LPJK;
  5. Salinan Sertifikat Badan Usaha (SBU) Jasa Pelaksana Konstruksi yang telah  mendapatkan  penilaian/diregistrasi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) sub kualifikasi pengeboran sumur air tanah dalam;
  6. Salinan Sertifikat Ketrampilan Kerja atau Keahlian Kerja (SKK) sebagai Juru Bor;
  7. Fotocopy Ijazah Tenaga Ahli yang berpendidikan minimal D3/S1Teknik Geologi/Pertambangan (memperlihatkan ijazah asli);
  8. Daftar Riwayat Hidup dan Surat Pernyataan bermaterai memiliki Tenaga Ahli Geologi/Pertambangan;
  9. Surat Pernyataan Memiliki Juru Bor (Stempel dan Materai) / Surat Izin Juru Bor (SIJB) yang masih berlaku;
  10. Laporan Hasil Kegiatan Perusahaan Pengeboran yang dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahun terakhir (selama masa berlaku SIPPAT sebelumnya);
  11. Surat Kuasa Pengurusan (hanya dapat dilimpahkan kepada karyawan/karyawati dari Pemohon izin; dan
  12. Soft File (CD/FD)

Persyaratan untuk mendapatkan Surat Izin Perusahaan Pengeboran Air Tanah (SIPPAT) (perpanjangan) adalah :

  1. Mengajukan permohonan yang ditujukan kepada Gubernur c.q. Kepala DPMPTSP Provinsi Kalimantan Selatan;
  2. Fotocopy KTP Pimpinan Perusahaan;
  3. Fotocopy NPWP pimpinan dan NPWP perusahaan pengeboran;
  4. Fotocopy SIPPAT yang masih berlaku;
  5. Surat keterangan domisli perusahaan pengeboran;
  6. Gambar instalasi peralatan mesin pengeboran dan data teknis instalasi bor;
  7. Sertifikat tanda instalasi alat bor (SIJB) yang dikeluarkan oleh Asosiasi Perusahaan Pengeboran Air Tanah Indonesia (APPATINDO)/ Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK);
  8. Fotocopy Sertifikat Badan Usaha/Sertifikat Instlasi Alat Bor (SIAB) yang telah diregistrasi oleh LPJK;
  9. Fotocopy Sertifikat Keterampilan Kerja atau Keahlian Kerja (SKK) sebagai juru bor;
  10. Fotocopy ijazah tenaga ahli yang berpendidikan minimal D3/S1 Teknik Geologi/Pertambangan;
  11. Daftar riwayat hidup dan surat pernyataan bermaterai memiliki tenaga ahli geologi/pertambangan;
  12. Surat pernyataan memiliki juru bor/surat izin juru bor yang masih berlaku;
  13. Laporan hasil kegiatan perusahaan pengeboran yang dilaksanakan dalam 3 tahun terakhir;
  14. Laporan volume pengambilan air tanah 6 bulan terakhir;
  15. Bukti pembayaran pajak air tanah 3 bulan terakhir;
  16. Hasil analisis fisika dan kimia air tanah 3 bulan terakhir;
  17. Bukti pemasangan meter air berupa foto meter air yang telah terpasang; dan
  18. Asli surat kuasa bermaterai Rp 6.000,- untuk pengurusan permohonan yang tidak dilakukan secara langsung oleh Direksi perusahaan.

 

<<< KEMBALI

0