Koordinasi Rencana Promosi Peluang Investasi Kalimantan Selatan Secara Virtual

Kepala DPMPTSP Prov. Kalsel, Pak Nafarin, melaksanakan Zoom Meeting dengan Pusat Promosi Investasi Indonesia (IIPC) Sidney pada Senin (27/07). Zoom Meeting tersebut dilaksanakan berkaitan dengan koordinasi rencana promosi peluang investasi Kalimantan Selatan secara virtual kepada calon investor asal Australia.

IIPC Sidney yang merupakan perpanjangan tangan BKPM di Australia memandang rencana promosi peluang investasi Kalimantan Selatan sangat potensial untuk ditawarkan kepada pelaku usaha asal Australia sebagai calon investor. “Beberapa potensi investasi Kalimantan Selatan cukup mengena dengan (keunggulan) pelaku usaha Australia”, ujar Henry Rombe, Kepala IIPC Sidney. Pernyataan Pak Henry ini terkait dengan potensi investasi yang sebelumnya dipresentasikan oleh Pak Nafarin pada rapat-rapat mengenai pemanfaatan IA-CEPA, perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Australia yang memungkinkan kemudahan perdagangan dan investasi antara kedua negara.

Promosi peluang investasi tersebut direncanakan dilangsungkan pada Kamis (24/09) dengan melibatkan beberapa pihak. Adapun pihak yang diusulkan mengikuti rencana promosi investasi ini adalah DPMPTSP Kalsel, IIPC Sidney, Kedutaan RI di Australia, pelaku usaha dan konsultan bisnis Australia sebagai calon investor, pelaku usaha Australia yang sudah mempunyai bisnis di Kalimantan Selatan, pihak Kabupaten/Kota serta pihak legislatif.

Pak Henry memberi usulan agar DPMPTSP Kalsel concern untuk dapat menawarkan peluang investasi di bidang pemrosesan hasil perikanan, pertanian serta kehutanan. Usul tersebut ditampung oleh Pak Nafarin dengan catatan bahwa peluang investasi di bidang kehutanan mungkin sulit direalisasikan karena keadaan industri yang sudah jenuh. Walaupun demikian, Pak Nafarin juga mengusulkan penawaran peluang investasi lain antara lain peternakan sapi di dua kabupaten yang terkenal unggul, pembangunan smelter, waste-to-energy, pembangunan Bendungan Kusan dengan PLTA-nya, serta fasilitas pendukung wisata Geopark. “Pembangunan Geopark memang sudah ditangani oleh Pemprov Kalsel, namun ada peluang fasilitas pendukung wisata yang dapat dijadikan bisnis (oleh calon investor Australia)”, ujar Pejabat Eselon I di DPMPTSP Kalsel tersebut.

Selain menawarkan peluang usaha, Pak Nafarin juga menekankan daya tarik Kalimantan Selatan sebagai daerah tujuan investasi, salah satunya jarak yang dekat dengan Ibu Kota Negara Baru di Penajam-Paser. “Jarak Batulicin dengan Ibu Kota Negara Baru dapat ditempuh hanya dengan 2,5 jam dengan jalan bebas hambatan”, ujar Pak Nafarin. Selain itu, Pak Nafarin juga mengingatkan bahwa akan ada potensi pasar luar biasa mengingat perpindahan manusia yang mengikuti perpindahan Ibu Kota Negara.
Sementara itu, Pak Henry meminta agar pelaku usaha Australia yang sudah mempunyai bisnis di Kalimantan Selatan dilibatkan untuk dapat menggambarkan kesuksesan bisnis mereka dan kemudahan berbisnis di Kalimantan Selatan. Di samping itu, Pak Henry masih meminta beberapa pertemuan pemantapan sebelum kegiatan promosi peluang investasi. Hal ini ditujukan untuk memastikan data peluang investasi mudah dipertimbangkan oleh calon investor. Pak Henry juga mengingatkan bahwa kegiatan promosi peluang investasi tersebut mungkin akan dilanjutkan dengan penjajakan teknis oleh calon investor serta site-visit.

You May Also Like